It's Yours

I just wanna talk what I want to talk.
There's no big idea down, But hope the simple thought will be a great simplicity.

Wednesday, 22 May 2013

Proses Berpikir Manusia dan Bagaimana Memperkuat Ingatan.



Manusia


Secara biologis pada dasarnya manusia tidak banyak berbeda dengan hewan, bahkan Ernst Haeckel (1834 – 1919) mengemukakan bahwa manusia dalam segala hal sungguh-sungguh adalah binatang beruas tulang belakang, yakni binatang menyusui, demimikian juga Lamettrie (1709 – 1751) menyatakan bahwa tidaklah terdapat perbedaan antara binatang dan manusia dan karenanya manusia itu adalah suatu mesin.

Kalau manusia itu sama dengan hewan, tapi kenapa manusia bisa bermasyarakat dan berperadaban yang tidak bisa dilakukan oleh hewan??

Pertanyaan akhirnya melahirkan berbagai pemaknaan mengenai manusia, seperti halnya, manusia adalah makhluk yang bermasyarakat (Sosiologis), manusia adalah makhluk yang berbudaya (Antropologis), manusia adalah hewan yang ketawa, sadar diri, dan merasa malu (Psikologis), semua itu kalau dicermati tidak lain karena manusia adalah hewan yang berfikir/bernalar (the animal that reason) atau Homo Sapien.
Ya perbedaan manusia yang paling menonjol dibandingkan dengan objek-objek lainnya (biotik maupun abiotik) adalah kemampuan luar biasanya yakni “berfikir”, Tuhan sungguh sangat memanjakan ciptaan yang satu ini, memiliki kecanggihan berfikir dibanding dengan mahluk yang lain merupakan anygrah yang terindah dan tak pernah bisa terukur nikmatnya (ya meski sering luput dari kesadaran manusia itu sendiri, termasuk saya. :) ).

Manusia berfikir dengan menggunakan otak dan 100 milyar syaraf yang tersebar diseluruh tubuhnya. Proses berfikir manusia sungguh sangatlah komplek, namun secara sederhana proses berfikir dan pemerolehan informasi atau pengetahuan ini didapat manusia melalui alat indra penglihatan, peraba, pengecap, pencium, pendengaran dan lainnya, dimana hasil dari penangkapan oleh alat indra ini ditrabsfer melalui syaraf-syaraf yang terhubung ke otak, lalu diolah dan ditransfer kembali keseluruh syaraf-syaraf lainnya, dan informasi tersebut dicerna secara cepat dan disimpan dalam memori yang tersedia dalam diri manusia itu sendiri, baik dalam ingatan jangka panjang maupun jangka pendek.
Manusia dalam dirinya memiliki suatu kognisi. 

Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu.

Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi,filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses berpikir manusia. Proses berpikir tentunya melibatkan otak dan saraf-sarafnya sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak dalam berpikir maka berkembanglah neurosains kognitif. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam mengembangkan kecerdasan buatan.
Fungsi Kognisi diantaranya adalah

Atensi dan kesadaran 


Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.
Persepsi

Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.

Ingatan


Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.

Bila kita soroti mengenai ingatan atau kemampuan daya tangkap dalam berfikir, apakah kalian pernah merasakan semakin bertambah usia kita, semakin sulit rasanya otak ini untuk mencerna sesuatu. Maka ada pepatah mengatakan “belajar dimasa tua bagaikan menulis diatas air” saya lupa pepatah dari mana itu (ini membuktikan ingatan saya sudah melemah, haha). Ada salah satu blog teman saya menyatakan agar otak kita tetap kuat dan aktif haruslah memperhatikan beberapa hal dibawah ini.

1.Tetap Aktif 
Kebugaran fisik dapat meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Lakukan jenis latihan apa pun agar darah Anda mengalir dengan baik. Jogging dan renang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan fungsi otak Anda.

2. Lengkapi dengan Omega-3
Gary Small dari iBrain menyebutkan, “Apa yang baik bagi jantung Anda, tentu akan baik untuk otak Anda”. Dia menyarankan agar Anda mengisi diet dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan berwarna cerah dan sayuran, ditambah asam lemak Omega-3 dari ikan dan minyak zaitun.

3. Pikirkan dan Visualisasikan
Berlatih dengan isyarat. Jika Anda perlu mengingat beberapa hal baik benda maupun angka cobalah untuk membuat catatan sebagai hafalan untuk memori dalam otak Anda. Catatlah hal-hal detail yang sekiranya sulit untuk Anda ingat.

4. Jangan Andalkan Gadget 
Hampir seluruh penduduk dunia mengandalkan teknologi seperti smartphone, komputer tablet, PC dan lainnya untuk membantu mengingat hari-hari penting . Tetapi jangan lupa untuk sesekali mengingat hal-hal detail yang terkait langsung dengan diri Anda dan keluarga dengan otak Anda. Penggunaan teknologi berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan dan membuat otak menjadi malas berpikir. 

5. Bermain dan Bersantai
Bermain video game tidak akan membuat fungsi otak Anda terganggu, permainan yang penuh teka-teki dapat membantu untuk memperkuat dan melatih otak Anda serta meningkatkan konsentrasi. Anda juga membutuhkan waktu bersantai dan memanjakan diri untuk mengurangi stres sekaligus meningkatkan kemampuan otak Anda. 

6. Tidur Cukup 
Tidur dapat membantu mengaktifkan kembali seluruh sel-sel otak, sehingga otak dapat menyerap dan mempelajari sesuatu lebih dalam dan lebih banyak. Peningkatan kemampuan ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, demikian yang disampaikan Dr Paul Shaw dari Washington University School of Medicine.

Saya sangat setuju sekali dengan poin no 4, tapi tak berarti tidak menyetujui poin lainya. Poin no 4 memanglah suatu kasus yang mengerikan namun berasal dari hal yang menyenagkan. Kemajuan teknologi yang sangat pesat on and on and on ini membuat manusia-manusia malas serasa dimanjakan dan dinina bobokan, misal saja adanya kalkulator, hal ini memang membantu manusia untuk melakukan kegiatan transaksi misalnya, agar orang yang lemah dalam numerik atau angka-angka ini tidak keliru dalam melakukan penghitungan, apalagi penghitungan dalam jumlah banyak dan dengan waktu terbatas, sayangnya bukan orang yang lemah hitungan saja yang menggunakan alat ini, tapi hampir kenyakan orang, hingga akhirnya keasyikan dan enggan untuk bersusah payah mikir-mikir pake ni otak, yang walhasil otak-otak kebanyakan orang jaman sekarang kurang terasah, terampil dan terlatih. Padahal sisitem kerja otak memiliki perinsip semakin sering otak dipake, dilatih dan digunakan, semakin tinggi pemerolehan segala data yang diketahui oleh panaca indra dengan kwalitas penyimpanan yang relatif lama, hanphone, dll. Jadi bila kita kaji, alat-alat moderen ini bukannya menjadi penunjang kwalitas diri tapi malah bisa menjadi bom bunuh diri bila digunakan dengan aturan yang keliru (terlalu kecanduan) dan bisa dibayangkan bila alat-alat tersebut tiba-tiba lenyap di bumi ini, nampaknya sudah akan seperti kiamat sugro saja. Haha, padahal nenek moyang kita dulu asyik-asyik aja tuh. Solusi paling effective untuk mengembangkan kwalitas dari anugrah tuhan ini memanglah dengan menjaganya dengan pola baik dan mulailah dengan tidak terlalu mengandalkan diri dengan alat-alat canggih yang tersodor di depan mata.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Copyright at It's Yours - 2013

Designed by makmalf