It's Yours

I just wanna talk what I want to talk.
There's no big idea down, But hope the simple thought will be a great simplicity.

Showing posts with label Essay. Show all posts
Showing posts with label Essay. Show all posts

Tuesday, 25 March 2014

Yang penting sama-sama ngerti.

Apa itu bahasa?


The purpose of language as a vehicle for the expression of thought and, indeed, has, at least until recently, been the generally accepted opinion of the teaching proffesion for whom users linguistically and culturally deprived ( see Robinson, 1972,esp.pp. 154 – 72 for a spirited defence of restricted-elaborated code theory and baratz and baratz, 1970, for opposing arguments).

Tapi masih saja ada beberapa orang yang sedikit meributkan tentang bahasa. Istilah kasarnya, memaksakan agar si hearer/ orang yang diajak bicara kudu,wajib and mesti ngerti arti dan makna dari pilihan bahasa yang dipakenya, misalnya bahasa sunda ya yg ada di kasus ini. Kejadian ini terjadi sama gue dan sobat gue yang solid banget dari jaman SMP sampe sekarang ini. Dia ketawa and rada mikir gue belagu kayanya gak tahu istilah sunda yang jujur buat gue itu saiiing banget. Ya, gaktahu buat yang lain.

Gue emang orang sunda tulen. Ayah dari Bandung dan Ibu dari Tasik Malaya. Otomatis sekilas kebanyakan orang bakal mikir dong gue jago bahasa sunda. Tapi apa boleh dikata, bahasa sunda gue amburadul, nilai sunda maksimal 70.  Bukan karena gue di rumah secara rutin ngomong inggris, boro-boro!. Tapi sedari kecil orang tua ngomongnya emang udah kaya gado-gado. Indo-Sunda. itupun sundanya, ya sunda sehari-hari banget yang dipake buat ke seumuran. Padahal sebenernya gue tahu dalam bahasa sunda ada istilah undak usuk basa. Tapi ya entah karena dialect, sunda gue ya segini-gininya. Lah kalau udah gini, apa gue yang salah?

Setahu gue pemerolehan bahasa itu kebagi dari 2 sumber. Pertama sumber pemerolehan bahasa yang disadari dan yang tidak disadari. Okay, gue jelasin semampunya. Pemerolehan bahasa yang disadari, yaitu transfer pengetahuan bahasa yang dilakukan di sekolah maupun diluar dan secara sadar kita tahu bahwa kita lagi belajar bahasa, misalnya hari kamis ada mata pelajaran English, so kita nyadar hari itu kita bakal belajar bahasa dan memperhatikan semua yang guru tumpahkan dalem kelas. Sedangkan yang tidak disadarinya itu, tahu-tahu kita sudah bisa menghapal 800 vocab misalnya, tanpa kita ngapalin satu2. Naaah sekarang, gue belajar  bahasa sunda yang bener cuma dari sekolah, kalo lu jago matematik, coba hitung aja gue kira-kira keterlaluan banget gak kalo gak tahu arti semua atau beberapa kata dalam bahasa sunda?. 

Bukankah bahasa itu kebiasaan?? karena kebiasaan di rumah gue buat nyebutin anak perawan pake istilah gadis atau virgin. Aneh dan bego banget ya kalau emang gue gak tahu kalau ada kata lain buat nyebutin hal itu, semisal wanoja?. ya mungkin di sekolah dulu sering dibahas, atuh da jarang dipake ya lupa. Kaya belajar bahasa inggris aja, buat gue kata armpit atau broke up udah biasa and gak usah make otak buat nyebutin artinya apa, soalnya udah sering gue pake, tapi buat yang lain yang jarang make kan pasti buka kamuuuuus tuuuh. Padahal hitung juga udah berapa lama belajar bahasa inggris hayooo.

Intinya sih, yang paling penting dalam suatu ujaran antara speaker dan hearer, keduanya ngerti makna dalam kalimat yang diungkapkan apa. Toh gue juga gak semua gak ngerti kok tentang sunda. Abdi oge ngerti sakeudik-keudik mah, mung teu lancar sapertos nu sanes. Hrap maklum.

Coba deh kita pake ilustrasi, semisal ada anak numpahin air. Ibu tuh anak nyuruh orang bawain sulampe disamping sepupunya, namun karena sepupunya gak ngerti sulampe, ia malah bawa tisu yang ada di depannya. Dalam tujuan berkomunaksi memang sedikit tidak tepat, namun tidak fatal juga. sulampe/ sapu tangan sama tisu sama kok fungsinya. buat ngelap2. :D  so lain kali, kalau ada kasus sama kaya gue, jangan diributin ya. Kasi tahu orang yang gak tahu, jangan malah kaya disudutkan. Jujur aja, waktu gue aja jadi serasa paling zolim sama suku gue sendiri. Padahal yang paling crucial gue gak pake bahasa ayam pas ngomong sama orang. Kalo bahasa 1 gagal, bahasa 2 bisa dipake buat alternatif.  Ini salah satu alasan kenapa ada bahasa nasional. hihi

Buat kalian jurusan sunda yang mau nyekripsi, coba deh angkat masalah ini. Kok bisa?
Gue gak tahu arti wanoja, enteup dll. dan gue coba survey ke temen2, ternyata mereka juga pada gak tahu. Padahal sunda tuleeeeen. eh iya, pernah denger juga ada Ibu-ibu orang Cirebon yang ngajak gue ngobrol pake bahasa jawa, pas gue ngomong indonesia. beliau bingung n anaknya bilang kalau ibunya gak bisa bahasa indonesia. kasusnya serupa. hayoooo kenapa menurut kalin tuuuh???

Monday, 30 December 2013

The Next Leaders



What will you do ...?

            What would happen if you opened your eyes and found there were so many blasphemy of the public to almost leaders in your country because of had worst leadership style?. I am a student at University in Kuningan. To answer the question above is certainly not as easy to criticize a show action in an action movie, because we need to really focus on the possibility of things related to the case. There are four things to do to solve the crisis of confidence in the leadership that is being run in this country. The four things are management, team work, leadership and responsibility .

The first is to examine the existing management system. Management is an important tool that encourages small and large groups of organizations in achieving its objectives (Malayu,2007). As well as other authors suggested that management is essential for all successful movements of an organization in achieving its objectives (Ukas, 2010) . The management elements consists of: man, money, method, machines, materials and market. Thus, checking and fixing the elements of personal and organizational management ( political governance ) is very important to do, whether every element is working properly and used according to its function or not .

The second is desire to team work. Team work is the basics of system management, where the basics of management is cooperation among a group of people in a formal ties, the existence of common goals and interests, the division of labor, duties and responsibilities regular, good relations order and the presence of human organization (Malayu, 2007). Teamwork is " work done by several associates with each doing a part but all subordinating personal prominence to the efficiency of the whole " . Eliminate the selfish self and mutual opportunities to provide input and strengthen weak bond is a form of creation of team work in a work area .

The third thing is to be aware and possessed leadership. Future success is not only determined by the high level of intelligence and one's proficiency in socialize but more focused on the leadership skills that you have. Based on the definition of leadership itself, leadership is the ability of a superior to influence the behavior of subordinates and persuade them to follow a particular course of action (Barnard,1938). Leadership is a trait that is owned by someone who can influence others to do the work in order to achieve the expected goals. Someone who has a good ability to lead can certainly always be someone who is influential, take the best decisions quickly but take full responsibility of it and provide the right stimulus to the people around the leader.

However, it is necessary to know that according to Malayu and Hasibuan, leadership is composed of four types. They are authoritarian leadership, participative leadership, and discretionary  and situational leadership. Authoritarian style of leadership is convinced that all the actions and decisions are absolute belongs to the leader and no one is entitled to interfere with the decision. Participative leadership is leadership that creates gay harmonious cooperation, foster loyalty and participation of subordinates. Delegative leadership is leadership that frees employees in their job on their own accord, regardless of what the employee will do. Situational leadership is a leadership style that provides a different approach to each person, depending on the person or the person's character. Of the four styles of leadership that have been described, there is no best type of leadership, due to several factors, leadership must be in conformity with the objectives, subordinate, organizational, leadership and character of the existing situation. So, let the leader can choose the appropriate leadership style by taking into account factors that exist.

The last is a responsibility. Responsibility is an act in accepting the risks that arise as a result of taking the action that has been decided beforehand. Certainly good leader must have good responsibility. The characteristics person has a sense of responsibility, can identified of a few things such as: Accept any consequences arising from the decisions that have been made personally or by the group, dare carry the risk of employee’s error, not blaming others toward personal and group failure, stop protest in order to escape from the acceptance of risk , and accept the effects of things that cannot be controlled. Someone who has a sense of responsibility certainly never been afraid to fail, to blame or fear of losing a job. The person must be ready to dare to admit and take responsibility for everything that has been done, and the responsibility should be owned by someone who has a position as a leader.

The fourth factors already mentioned, and all of it is one way to fix a broken system of leadership, for example in the leadership system in an educational institution or even in the government sector. It can also be used as a requirement in the selection of future leaders who can be trusted and placed in position with the task of running an organization, either within a company or state. Thereby, if there are a hundred people in this country who have skills in management, work well in a team work, have the ability in leadership and the responsibility are quite high. So certainly, we will have the capable future leaders and do not need to worry about the long-term sustainability of life.






REFERENCE
Charles A. Cerami. 1995. Succesfull Leadership In Business. New Jersey : Prentice Hall inc, Engelwood Cliffs.
Malayu, H. Hasibuan. 2007. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Bandung: BUMI AKSARA
M. Kouzes, James. Posner, Barry Z. 2007. The Leadership Challenge, 4th Edition. London: JosseyBass
Ukas, Maman. 2010. MANAJEMEN KONSEP, PRINSIP DAN APLIKASI. Bandung: AGNINI BANDUNG.
http://changingminds.org/disciplines/leadership/theories/leadership_theories.htm
http://psychology.about.com/library/quiz/blleadershipquiz.htm
http://www.wikihow.com/Be-Responsible

Tuesday, 5 November 2013

Lelah itu untuk para pecundang.

Manusia merupakan mahluk hidup dengan energi yang terbatas. Terbatas dalam hal ini dapat dikarenakan pasokan makanan dan minuman yang dikonsumsi, atau dalam kata lain, semakin banyak makan dan minum maka semakin banyak pula energi yang akan dihasilkan oleh tubuh. Namun, pendapat ini tentu masih sangat dangkal bila digunakan sebagai penjelasan yang kuat dan keilmuan.

Energi memang merupakan sumber utama bagi manusia dalam melakukan segala macam aktifitas, baik dalam bergerak maupun hanya sekedar berpikir ringan atau keras. Namun terdapat sudut pandang lain yang kadang luput.

Bila dapat membuat ilustrasi, saya ilustrasikan makanan dan minuman adalah kendaraan bermotor yang dapan mempermudah kita melakukan banyak hal atau pergi ke banyak tempat, namun ada satu item yang sama pentingnya atau bahkan penyokong dari kendaraan tersebut untuk dapat digunakan sesuai dengan manfaatnya. Item tersebut merupakan bensin/solar. Dan bensin tersebut merupakan keyakinan yang dapat diciptakan oleh manusia secara cuma-cuma, bila memang diinginkan.

Banyaknya aktifitas yang dilakukan manusia tentulah memakan banyak tenaga, tapi hal tersebut tidaklah akan berarti bila energi yang kita hasilkan berlimpah. Keyakinan atau kekuatan pikiran ini seolah menjadi obat hilang ingatan terhadap adanya rasa lelah yang bisa menderu manusia. Keyakinan yang kuat akan adanya kesuksesan dan kepercayaan diri terhadap sesuatu mampu menghilangkan rasa lelah, menyerah dan bahkan prustasi. Hal ini saya rasakan sendiri.

Banyaknya aktifitasn yang tidak diimbangi dengan pasokan makanan, minuman dan vitamin yang cukup tentu akan membuat rubuh benteng pertahanan kaki ini walaupun hanya sekedar untuk menopang dalam berdiri. Namun bila ada rasa keyakinan ynag tinggi bahwa kita dapat melakukannya dengan baik, energi magic itu akan tiba-tiba hadir menopang berat badan dengan berkali-kali lipat.

Pikiran atau komitmen memanglah sebuah kunci sukses yang kadang terlupakan oleh banyak orang. Bila seseorang meragukan akan satu hal, maka jangan berharap hal tersebut akan ia miliki, namun berbeda bila dalam menghadapi atau mengharapkan sesuatu, seorang tersebut sudah berkeyakinan besar mampu mendapatkannya dengan segala resiko yang akan didapatnya, hal tersebut akan membuat alam bawah pikirannya untuk terus berpositif, maju hingga mendapatkan apa yang menjadi harapannya.

Lelah hanyalah untuk mereka yang belum dapat berkompetisi, lelah hanya untuk mereka yang belum mampu berkomitmen dengan baik. dan Lelah hanyalah untuk mereka para pengecut yang lari sebelum menikmati segala tantangan yang seru di depan sana.

Tuesday, 29 October 2013

PPL VS KULIAH

Sudah menjadi tradisi wajib dan rutin untuk para mahasiswa tingkat akhir pada jenjang S1 untuk menunjukan keterampilan mentrasfer ilmu yang sudah digodok para dosen tiga tahun sebelumnya. Itulah yang terjadi saat ini pada saya. Namun ada hal yang sedikit lucu dalam kegiatan PPL yang diselenggarakan kampus kali ini.
Biasanya, mahasiswa mendapatkan SKS PPL ini dalam keadaan free atau luang, seperti halnya tidak ada jam perkuliahan yang masih padat atau bahkan kosong untuk perkuliahan dan benar-benar terfokus pada kegiatan PPL saja.
Kali ini saya terjebak dalam waktu yang kasar. Kami harus memaksakan diri untuk melakukan banyak kegiatan dalam hari bahkan jam yang sama. aneh bukan? bagai mana bisa??

PPL VS KULIAH

 

Disinilah masalahnya, tuntutan kuliah yang masih 17 SKS memaksa saya dan ratusan teman lainnya untuk tidak mangkir dalam perkuliahan, kecuali kita sudah tidak peduli dengan nilai akhir nantinya. Disisi lain tanggung jawab di tempat PPL juga perlu dipertimbangkan untuk dapat ditinggalkan hanya karena kuliah.
Di pagi hari tentu saja kegiatan mahasiswa-mahasiswa di tingkat akhir dibuat sedemikian sibuknya. Tidak ada istilah tiduran sehabis sholat subuh atau bahkan duduk manis sambil sarapan pagi. Semuanya nampak jadi kacau balau. Jam 6.40 saya pribadi harus selalu sudah memasuki gerbang sekolah, padahal malam harinya terpaksa begadang untuk menyelesaikan tugas-tugas kampus yang harus dikumpulkan siang harinya, yang ironinya harus dikumpulkan pada jam 13.30 sedang keluar sekolah jam 13.45. (GOKIL) selain itu juga malam hari selalu disibukan dalam melakukan penilaian terhadap tugas-tugas anak sekolah yang menggunung dan menjadi lebih mengerikan dibanding nonton film HORROR sendirian di malam Jum'at akhir-akhir ini.
Banyak kejadian lucu bermunculan saat menjalankan kegiatan baru ini. Salah satunya adalah jadwal masuk kuliah yang muncul saat saya harus masih berada di sekolah untuk mengajar. Munculah perasaan yang memuakan dalam diri ini, dan parahnya hal tersebut sering berulang untuk kesekian kalinya. Dan jangan berharap saya bisa makan siang. Karena waktu istirahat biasa dihabiskan untuk sekolah atau sekedar sosialisasi bareng anak-anak PPL di sekolah yang sama.

Pikiran ngeri banyak bermunculan

 

Dalam keadaan yang semrawut tersebut, saya sering berpikan aneh-aneh, semisal ngebobol BANK nasional dan menggondol banyak rupiah disana, hingga dapat pergi ke luar negri hanya untuk melakukan cloningan atau menggandakan diri menjadi 2 atau bahkan 4, sehingga tidak perlu repot memikirkan tugas mana yang harus didahulukan, tempat mana ynag harus pertama didatangi, kegiatan apa yang pertama diambil. Sehingga semuanya nampak menjadi kehidupan yang normal kembali. atau terkadang saya benar-benar mengerti kenapa orang menciptakan film Dora Emon dengan segala keajaiban yang dia miliki untuk mempermudah kegiatan manusia yang memang terkadang berlebihan, andai saja pintu ajaib benar-benar ada. Kita setidaknya tidak akan terlalu terlambat dan kehabisan energi untuk pindah dari tempat yang satu ke tempat-tempat lainnya. Dan hal terakhir yang menjadi harapan terbesar saya adalah menemukan lampu ajaibnya Aladin. :D

Tawaran pekerjaan yang telat

 

Sela tiga tahun kebelakang, saya merupakan mahasiswa dengan kegiatan paling membosankan mungkin untuk mahasiswa lainnya, dikarenakan kegiatan rutin saya memang hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang dan selalu seprti itu. Menyiibukan sendiri untuk belajar dan istirahat. Hal tersebut tentu saja bukan tanpa alasan, banyak hal yang mendasari saya untuk tidak terlibat dengan banyaknya kegiatan yang ditawarkan. Namun aneh, disaat sesibuk ini tiba-tiba bermunculanlah tawaran-tawaran asyik yang sulit untuk ditolak meski sebenarnya hanya sedikit tersisa ruang kosong yang seharusnya untuk beristirahat. Tawaran pertama datang dari salah satu dosen dimana saya menimba ilmu untuk menjadi Asisten dosennya. Tawaran kedua muncul dari tempat BimBel untuk  mengisi kelas English, tawaran ketiga adalah proyek kampus dengan bekerja sama dengan dosen  yang dirasa dapat berguna untuk referensi kedepannya. Semua tawaran itu kurang asyik karena muncul disaat yang kurang tepat. Sebenarnya gengsi untuk mengambil semua tawaran itu, tapi apa boleh buat. Saya selalu menganggap ini tebusan selama tiga tahun saya hanya melakukan hal yang membosankan dan terlampau ada di zona aman-aman saja.

PPL VS KULIAH ini semoga tidak terulang pada generasi mendatang, melihat mereka terlahir jauh lebih manja dan tidak seka memecahkan materi-meteri serumit ini. Biarkan mereka hidup di jalur Normal. :D

Wednesday, 28 August 2013

Jangan mengubah karena biarlah berubah

Bila membicarakan tentang manusia, pastilah sangat komplek dan tidak akan bisa selesai untuk dikupas dalam ratusan lembar kertas. Beda halnya bila hanya menyoroti pada satu hal yang memiliki ruang lebih sempit dan dibatasi. Misalkan saja membicaran mengenai watak atau karakter manusia yang hal tersebut pernah saya kupas juga sedikit di sini  http://itajuita3.blogspot.com/2013/04/4-karakter-manusia-dan-cara.html , namun ada hal lain yang ingin saya bagi dilembar ini.

Dengan beragam sifat, watak atau karakter manusia yang diketahui, tentulah dari hal tersebut dapat memicu suatu konflik atau ketidak sukaan terhadap watak orang lain yang diduga kurang baik dan tidak sesuai dengan pemahaman yang disebut baik oleh diri dan otak yang sudah kita adopsi selama ini. Hal tersebut tentulah wajar bila disikapi dengan kepala dingin, karena kembali lagi pada sifat manusia yang unik dan tidak bisa kita pungkiri.

Coba lihat orang-orang terdekat kita, semisal orang tua, ade, kakak atau teman. Adakah sifat yang kamu tidak sukai yang mereka miliki? ya, pertanyaan ini tentu merupakan pertanyaan retorik. Bila ada rasa tidak nyaman yang muncul karena orang tua yang terlalu keras mendidik kamu, lantas apa yang harus dilakukan? apa mendiktenya untuk tidak seperti itu dan bersikap lembutlah?. Tentu hal tersebut bukan suatu pilihan yang dapat dilakukan, kalau memaksakan, coba saja lakukan hal diatas dan siap-siap buat dipelototi atau digampar sekalian. :D

Mari kita tukar posisi cerita diatas, bagaimana bila orang tua yang tidak suka bahkan membenci sifat yang dimiliki kamu, semisal cerewet dan kekanak-kanakan, atau sifat lainnya yang biasa dianggap sedikit negatif. Apakah akan semudah membalikan telapak tangan atau menaruh pantat di kursi, bila orang tua meminta kamu berubah atau bahkan menghilangkan sifat tersebut dan meminta kamu menjadi anak pendiam dan penurut?. Saya berani taruhan bahwa hal tersebut akan dengan gampangnya terjadi, ya kecuali orang tua kamu punya tongkat sihir yang bisa mengabulkan apa yang diminta.

"Merubah karakter seseorang adalah pembunuhan yang amat kejam"
" I never wish to be someone else, even through sometimes there're things I love from the other. I don't want to change myself. Let people know me as I am. I'm tomato, was born green but only time changes me to be yellow,orange and red. not because you, him or them. I am tomato and never change to be an apple". Ita Juita

Tidak boleh ada seorangpun yang memaksakan seseorang kepada pembentukan karakter atas harapan sendiri, kecuali pengarahan. Karena kedua hal tersebut tentulah berbeda, kita bisa mengarahkan kuda kemana arah yang tepat untuk dilalui tapi tidak dengan merubahnya menjadi seekor anjing, sapi atau bahkan burung.

"Manusia, khususnya yang sudah dewasa ibarat besi, misalkan saja tiang listrik. Kita tidak bisa membentuknya, beda halnya dengan anak yang masih kecil, mereka ibarat kawat yang masih kita bentuk untuk menjadi apa yang kita inginkan" Ustadz Mulana

 Tapi saya punya tambahan sedikit pengenai ucapan seorang ustadz diatas, hal tersebut bisa terjadi apabila pengaruh lain dari luar tidak terlalu besar dan berpengaruh, karena kita ketahui tidak hanya keluarga yang mempengaruhi pembentukan karakter, tapi ada faktor lain seperti teman sepermainnan, media masa, dan lingkungan.

Jadi hal termudah yang bisa atau bahkan kita lakukan adalah menerima dengan bijaksana segala perbedaan karakter yang ada pada setiap orang, bila ada hal yang tidak kita sukai untuk dilihat dari orang lain, menghindar saja, pendapat yang berbeda muncul pecahkan saja dengan pembicaraan empat mata yang sehat.


Tuesday, 20 August 2013

Life is like a box of chocolates


Istilah hidup atau bahkan kehidupan bagai sebuah kotak coklat, sangatlah saya amini. Dimana kita tahu dalam kotak coklat berisi beragam bentuk coklat yang indah dengan rasa yang beragam pula, bisa sangat manis atau bahkan sangatlah pahit. Begitu pula kehidupan ini.

Friday, 10 May 2013

Disini ku temui syurga ke tiga ku.

Disinilah awalnya.


Dua tahun kebelakang, aku masih anak rumahan, -sama persis seperti pengantin yang harus dipingit (tak boleh pergi keluar rumah jauh-jauh dan bahkan harus berada dirumah saja) sebelum dinikahkan-. Saat itu tak ada masalah dengan segala aturan yang orang tuaku berikan, aku terbiasa dan nampak sangat normal.
Tak ada tuntutan sama sekali untuk orang tua agar mereka mengijinkanku untuk hang out sama temen-temen ataupun pergi sendiri meski hanya sekedar window shoping. Aku merasa inilah aku, dan aku cukup puas dengan hidupku.
Namun semuanya sedikit berbeda setelah satu tahun aku menginjakan kaki di perguruan tinggi. Bukan karena jadi ingin pergi jalan-jalan, nongkrong atau cekakakan bareng teman-teman baru dalam menghabiskan waktu seusai kuliah. Jadwal kuliah yang loncat-loncatlah yang memaksaku untuk meminta dikostkan saja di lokasi sekitar kampus. Diizinkan? tidak, jawaban pertama yang keluar dari mulut ibuku, dan tentu saja sudah bisa aku tebak sebelumnya. Apa mau dikata, aku harus rela pulang tak tentu waktu dan dengan menggunakan mobil umum pula.
Satu tahun aku lalui dengan PP (pulang-pergi) kampus - rumah. Dan lagi-lagi aku tak merasa itu beban, bahkan menikmatinya. itu seperti hiburan,kepenatan karena tugas kadang terbayarkan dengan banyaknya pemandangan indah yang Tuhan suguhkan selama 40 menit perjalanan yang aku pakai untuk tiba di rumah/kampus. Namun ibu tetaplah ibu, sekeras apapun ia, ia pasti merasa hawatir dan kasiahan melihat aku, seorang gadis yang harus pulang larut sore dan nampak selalu kelelahan seusai pulang dari kampus.
Tepat saat memasuki tingkat 2 (semester 3 tentunya), ibu menanyakan niat ku dulu untuk ngekost. Aku kaget, dan memang masih menginginkan itu, terlalu memakan waktu dan energi bila harus PP setiap waktu, belum lagi kalau ada jadwal dadakan yang harus aku ikuti saat itu juga sedangkan aku baru saja sampai di rumah.
Semuanya terjadi secara mendadak dan kebetulan. Kebetulan dua temanku juga ingin ngekost karena memang rumah mereka cukup jauh sedangkan ada jadwal yang membuat kita harus pulang malam. Tak ambil pikir lama, kita bertiga nyari tempat kost yang besar dan bisa untuk kost bareng-bareng. Kebetulan lagi, teman yang sudah lebih dahulu kost, memberi tahu temapat kost yang kami inginkan.

Awal baru, kehidupan baru.

Tentu tak mudah untuk pertama kali. Dipaksa oleh keadaan untuk jauh harus mandiri dan memanage uang sebaik mungkin, dan itu sempat membuat saya sangat kerepotan, kehabisan uang lah, beda paham dengan orang baru dll.
Tak lama kami menghabisakan waktu disana, hanya sekitar 3 bulan saja. Ketidak nyamannan akan lingkungan kami, mendorong kami untuk hengkang dan beralih ke tempat yang jauh lebih nyaman, sulit saat itu untuk mendapatkannya, tapi kebetulan, karena si teman yang sama lagi, ia memberi tahukan bahwa tempat dimana ia kost jauh lebih nyaman dan tersedia 1 kamar untuk 2 orang.
Kami bertiga, akhirnya terpisah, bukan karena harus memilih satu diantara dua, tapi si teman yang satu, katakan saja Ida, harus mencoba PP kembali karena desakan orang tua.
Tinggalah aku dilinhkungan baru, orang-orang baru dan pendekatan baru. Hal tersebut selalu menjadi hal tersulit yang harus aku hadapi, tak bisa memulai dan menegur untuk pertama kali.
"kamu jutex banget kata anak-anak kamar sebelah, takut katanya mau negur duluan juga", pernyataan itu sontak seperti tersambar petir disiang bolong, aku hanya tersenyum dan berpikir, sengeri itukah aku?.

Itu pecutan untuk aku memulai segalanya.

Siang itu, aku tak nyaman dengan atmosfir rumah yang penuh dengan pintu-pintu kamar ini. Aku tak nyaman, tiba-tiba.
Ada ruangan khusus disini untuk kita melepas waktu luang, nonton TV bareng-bareng atau hanya bercanda gurau. Dan tempat di lantai pertama itu menjadi saksi aku memulai berani menegur orang lain di kostan ini, mencairkan suasana dan memperkenalkan aku yang sebenarnya. Tak seekstrim yang selama ini mereka pikirkan, bahkan mereka sampai bisa tertawa terbahak setiap saya berargumen dan membicarakan mengenai satu topik. Semuanya berubah, aku bukan aku yang jutex lagi, aku kini layaknya badut yang selalu menghidur di tempat-tempat rekreyasi atau acara perayaan ulang tahun anak-anak kecil misalnya. tentulah, keadaan jauh lebih baik dan nyaman saat itu.

Aku mengenal kalian terlalu jauh.

Entah berapa lama tepatnya kita di kostan kosblo sudah saling mengenal satu sama lain dengan sangat baik.- Kosblo (kostan jomblo), sebutan yang kami buat sendiri karena jarang sekali ada cwo ngapel yang datang, memang karena banyak yang jomblo juga ada yang ,memiliki pacar tapi LDR (jauuuuuuh). :D-
Bayangan negatif tentang dunia perkost an 180 derajat berubah karena kostan ini. Sholat berjamaah, lantunan ayat suci al-quran dan tak keluyuran sepulang kuliah membuat saya sangat betah bahkan mungkin untuk sementara ini melebihi kenyamanan saya saat berada di rumah, meski harus makan apa adanya, terkadang telat atau masak bareng-bareng dengan cita rasa yang pas-pasan, semuanya nampak nikmat. dan tak bisa dibayangkan jika hal ini harus berakhir dalam kurun waktu 1 tahun kedepan.
Masalah selalu ada saja di kostan ini, dari anak-anak yang ngedumen tentang Juragan kost yang cerewet, salah paham antar masyarakat disini atau bahkan masalah pribadi yang kadang kita carikan solusinya bareng-bareng dan apa yang harus dilakukan.

Kalian saudara bukan teman!

Saking seringnya ngeluangin waktu bereng-bareng kaya ngobrol, masak, ibadah, jalan-jalan dan pergi kuliah kompak banget (bareng-bareng juga) ngebikin ni otak menjabarkan kalian adalah keluarga, untuk aku secara pribadi, selalu saja ingin berbagi sebisa mungkin, menjaga kalian untuk tak pernah ada yang hengkang dan tertawa bersama, selalu ceria intinya.

Hidupku lebih berwarna dan bermakna.

Entah karena kebetulan berada dan memang selalu berada di zona aman, maksudnya, selalu dikelilingi orang-orang baik. Aku sangat senang untuk ngambil keputusan kost. Belajar banyak hal dari setiap detik pergerakan yang ada dan dari setiap penggalan perkataan atau tingkah teman-teman yang sangat unik dan berbeda, sampai-sampai hal paling serunkalo ada yang mudik dan pasti yang tunggu oleh2 khas daerah masing-masing, ya bukan kewajiban si,tapi seneng aja kalo sekalinya datang ke kostan eh dibawaiin makannan yang unik pula, seruuu deh, pada ributan (bukan karena kelaperan, cuma meramaikan suasana) hihi Diri ini selalu belajar lebih dewasa, mampu merubah karakter yang buruk demi kenyamannan banyak orang dan tentunya jauh menghargai kebersamaan bareng keluarga dan apalagi mencicipi masakan khas rumah si nyokap yang sangaaaaaaaaaaaaaaaat luar biasa, gak ada deh menu warteg atau jajanan yang setia menemani hari-hariku mampu menandingi supernya dan magic nya racikan si nyokap tercinta. Suka kengen juga si kadang buat ribut-ribut sama si adik. :D
Keseluruhan si, aku ngerasa, kostan ku adalah surga ketiga yang ada yang aku tahu. :)
Thanks buat kalian semua.

Wednesday, 17 April 2013

The struggle of mother

There is no single person in this world who do not know who is mother, is not it?? Why? Becausemother is a woman who conceives, Gives birth to, or Raises and nurtures a child.

Every man who stepped on his foot in the colorful world of this is through the mother, of course, with the help of a father. Many things that we may not be aware of the mother or even adult women may be old in the care of her child during the child grow, learn, know and seek the true meaning of life on this earth. Not only small children (infants) who needs a mother, even adults still need a mother in their life. Here the role of mothers in my life and probably someone else out there.

Copyright at It's Yours - 2013

Designed by makmalf